Ribosom

 

Ribosom merupakan struktur terkecil yang bergaris tengah 17-20 mikron,letaknya di dalam sitoplasma sehingga hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop electron. Semua sel hidup memiliki ribosom ribosom berfungsi untuk sintesis protein,yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan,perkembang biakan atau perbaikan sel rusak.Pada sel sel aktif dalam sintesis protein,ribosom dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel.

 

Bahan penyusun ribosom adalah protein RNA ribosomal(RNAr). Ribosom tersebar bebas di sitoplasma berguna untuk mensintesis protein yang berfungsi dalam sitoplasma. Sedang ribosom ynag melekat pada permukaan RE berfungsi untuk sintesis protein yang hasilnya masuk ke Lumen RE.

Protein dari lumen RE akan diproses di badan golgi hasilnya berupa protein untuk fungsi structural misalnya protein integral atau protein peripheral yang ditempatkan pada membrane plasma. Hasil lainnya dapat berupa protein fungsional yang berfungsi sebagai enzim

 

Ribosom berupa organel kecil berdiameter antara 17-20 µm yang tersusun oleh RNA robosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua sel hidup.

Ribosom merupakan tempat sel membuat atau mensintesisi protein. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. Misal, sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas.

Ribosom ada yang terdapat bebas di sitoplasma atau melekat pada retikulum endoplasma, yang disebut RE kasar. Tiap ribosom terdiri dari 2 sub unit yang berbeda ukuran. Dua sub unit ini saling berhubungan dalam suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesum.

Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom).Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran, untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel.

Ribosom bebas maupun terikat secara struktural identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom begitu metabolismenya berubah.