Latest Entries »

Originally posted on toriq29:

 

Bakteri

              Bakteri  merupakan organisme mikroskopis yang sering kita temui dalam kehidupan sehari hari. Di dalam tubuh kita terdapt ribuan bahkan bisa sampai jutaan bakteri. Di dalam 1 liter susu terdapat 100 juta bakteri. Bisa dibayangkan bagaimana cepatnya pertumbuhan dari bakteri. Bakteri bisa membelah menjadi 2 pada waktu 20 menit, jadi dalam 1 jam bakteri bis membelah sebesar 23.

 

Pembagian bakteri:

Di dalam lingkungan sekitar terdapat bakteri yang sifatnya autotrof dan juga bersifat heterotrof, bakteri ynag bersifat heterotrof dibagi lagi menjadi bakteri saprofit dan juga bakteri parasit. Bakteri saprofit yaitu bakteri yang menguraikan zat organik menjadi zat anorganik. Contoh dari bakteri ini yaitu misalnya bakteri eschericia coli.

Selain bakteri saprofit juga terdapat bakteri parasit, yaitu bakteri yang tinggal di tubuh individu ataupun organisme yang masih hidup misal hewan ataupun tumbuhan. Contoh dari bakteri ini yaitu misal clostiridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.

 

Bagian bagian dari…

View original 492 more words

Bakteri

 

Bakteri

              Bakteri  merupakan organisme mikroskopis yang sering kita temui dalam kehidupan sehari hari. Di dalam tubuh kita terdapt ribuan bahkan bisa sampai jutaan bakteri. Di dalam 1 liter susu terdapat 100 juta bakteri. Bisa dibayangkan bagaimana cepatnya pertumbuhan dari bakteri. Bakteri bisa membelah menjadi 2 pada waktu 20 menit, jadi dalam 1 jam bakteri bis membelah sebesar 23.

 

Pembagian bakteri:

Di dalam lingkungan sekitar terdapat bakteri yang sifatnya autotrof dan juga bersifat heterotrof, bakteri ynag bersifat heterotrof dibagi lagi menjadi bakteri saprofit dan juga bakteri parasit. Bakteri saprofit yaitu bakteri yang menguraikan zat organik menjadi zat anorganik. Contoh dari bakteri ini yaitu misalnya bakteri eschericia coli.

Selain bakteri saprofit juga terdapat bakteri parasit, yaitu bakteri yang tinggal di tubuh individu ataupun organisme yang masih hidup misal hewan ataupun tumbuhan. Contoh dari bakteri ini yaitu misal clostiridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus.

 

Bagian bagian dari bakteri:

1         Kapsul: fungsi dari kapsul pada bakteri ini ialah mempertahnkan diri dari zat antibodi yang dikeluarkan oleh sel inang. Biasanya yang memiliki kapsul ini adalah bakteri yang bersifat patogen, kapsul ini tersusun atas senyawa protein yang berikatan dengan glikogen dan menghasilkan glikoprotein.

2         Flagela: merupakan alat gerak dari bakteri. Flagela dari bakteri ada beberapa jenis, apabila dalam suatu bakteri hanya memiliki flaggela satu di salah satu ujung maka disbut dengan monotrik, namun pabila kedua ujungnya memiliki flagela disebut dengan amfitrik. Sedangkan apabila bakteri memiliki flagella dalam jumlah banyak di salh satu ujung maka disebut dengan lofotrik dan jika bakteri memiliki flagella dalam jumlah yang banyak pada kedua ujungnya disebut dengan peritrik.

3         Dinding sel: dinding sel bakteri tersusun atas senyawa protein yang berikatan dengan polisakarida atau bisa disebut dengan peptidoglikan. Bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri  gram positif dan juga bakteri gram negatif. Bakteri gram positif apabila diberi tinta cina maka akan berwarna merah. Sedang bakteri gram negatif apabila diberi tinta cina maka berwarna biru pada dinding selnya.

4         Membran sel: membran sel ini fungsinya sebagai lalu lintas atau keluar masuknya zat ke dalam sel.

5         Mesosom; mesosom ialah penonjolan dari membran sel ke arah dalam yaitu sitoplasma. Mesosom ini fungsinya sebagai penghasil energi pada bakteri.

6         Lembar  fotosintetik: biasanya bagian ini dimiliki oleh bakteri yang melakukan fotosintesis. Misalnya bakterioklorofil atau bakteriopurpurin.

7         Dna : merupakan materi genetik bakteri yang terdapat dalam sitoplasma. Dna bakteri tidak tersebar salam sitoplasma melainkan terdapat dalam suatu tempat khusus yaitu di nukleolus.

8         Plasmid : selain Dna bakteri juga memiliki materi genetik lain, namun kali ini plasmid bukan merupakan bagian dari Dna kromosom, plasmid adalah dna non kromosom yang dimiliki oleh bakteri.

 

Reproduksi bakteri:

Reproduksi seksual: yaitu dengan cara konjugasi dimana bakteri yang satu dengan yang lain saling mendekat lalu membentuk saluran konjugasi untuk menukarkan materi genetik  satu sama lain. Kita tidak bisa membedakan mana bakteri yang jantan ataupun betina, namun untuk membedakannya kita bisa melihat bahwa yang memberikan materi geentiknya yaitu bakteri yang jantan sedangkan bakteri yang menerima materi genetik yaitu bakteri betina.

 

Reproduksi aseksual:  bakteri melakukan pembelahan biner, pembelaha n bin er ialah pembelahan secara langsung tanpa melewati tahapn miosis ataupun mmitosis.

 

Rekombinasi DNA bakteri terdapat 2 cara yaitu:

Transformasi:   Bakteri yang berdekatan dengan bakteri lain dapat memindahkan plasmidnya tanpa harus membentuk saluran terlebih dahulu. Hal ini memungkinkan adanya perubahan sifat dari bakteri itu sendiri misal bakteri pneumococcus yang jinak bisa menjadi patogen apabila mengalami transformasi oleh bakteri pneumococcus yang sifatnya patogen.

 

Transduksi: yaitu suatu rekombinasi DNA yang sibantu oleh virus, pada fase lisiogenik virus disitu terdapat fase penggabungan dimana virus dapat menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan kemudioan membentuk profag. Lalu apabila profag tersebut aktif maka virus akan melakukan sintesis lalu melakukan fase litik yaitu keluarnya virus dari sel inang. Hal ini berarti di dalam dna virus juga terdapat dna bakteri. Virus yang memilki dua macam DNA itu disebut partikel transduksi sedangkan pembentukannya disebut dengan transduksi.

 

 

Macam kelainan tulang

Manusia memiliki tulang dan sendi (sistem gerak) yang memiliki banyak fungsi untuk menunjang kehidupan manusia. Tanpa kondisi fit tulang dan sendi, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut ini adalah beberaa bentuk kelainan / gangguan tulang dan sendi pada orang dari organisasi.org.

A. Kelainan / Gangguan Pada Tulang Belakang / Spinal Manusia

1. Kiposis / Kyphosis

Kiposis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke depan yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok

 

2. Lordosis

Lordosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke belakang yang mengakibatkan penderita menjadi terlihat bongkok ke belakang.

3. Skoliosis / Scoliosis / Skeliosis

Skoliosis adalah suatu gangguan pada tulang belakang di mana tulang belakang melengkung ke samping baik kiri atau kanan yang membuat penderita bungkuk kesamping.

4. Sublubrikasi

 

Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang pada bagian leher yang menyebabkan kepala penderita gangguan tersebut berubah arah ke kiri atau ke kanan.

B. Kelainan / Gangguan Pada Sendi Manusia

1. Keseleo / Terkilir / Sprained

Terkilir atau keseleo adalah gangguan sendi akibat gerakan pada sendi yang tidak biasa, dipaksakan atau bergerak secara tiba-tiba. Umumnya kesleo bisa menyebabkan rasa yang sangat sakit dan bengkak pada bagian yang keseleo.

2. Dislokasi / Dislocation

Dislokasi adalah gangguan pada sendi seseorang di mana terjadi pergeseran dari kedudukan awal.

3. Artritis / Arthritis

Artritis adalah radang sendi yang memberikan rasa sakit dan terkadang terjadi perubahan posisi tulang. Salah satu contoh artritis yang terkenal adalah rematik.

4. Ankilosis / Ankylosis

Ankilosis adalah gangguan pada sendi di menyababkan sendi tidak dapat digerakkan di mana ujung-ujung antar tulang serasa bersatu.

C. Kelainan/Gangguan Retak Tulang / Patah Tulang / Fraktura / Fracture

Fraktura tulang adalah ratak tulang atau patah tulang yang umumnya terjadi akibat benturan, kelebihan beban, tekanan, dan lain sebagainya. Fraktura tulang sederhana yaitu keretakan tulang yang tidak melukai organ-organ yang ada di sekelilingnya. Fraktura kompleks adalah keretakan tulang yang menyebabkan luka pada organ di sekitarnya.

D. Kelainan / Gangguan Fisiologik

1. Mikrosefalus / Microcephalus

Mikrosefalus adalah kelainan pertumbuhan terkorak kepala yang menyebabkan kepala penderita terlihat lebih kecil dari normal.

2. Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang rapuh. keropos dan mudah patah. Umumnya osteoporisis disebabkan oleh hormon jantan / betina yang kurang sempurna atau akibat kekurangan asupan kalsium untuk tulang.

3. Rakitis / Rachitis / Rakhitis

Rakitis adalah penyakit tulang yang terjadi akibat kurang vitamin D sehingga umumnya menyebabkan bentuk tulang kaki bengkok membentuk huruf O atau X.

 

Cheat Underground

Tidak sulit untuk bermain curang di game Need For Speed Underground 2 seperti mendapat uang secara instan atau yang lainnya.

Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan kode curang, atau cheat code. Atau kalau kita sering dengar anak-anak di rental PlayStation menyebutnya cit atau password. hha, ada2 saja..

Cara memasukkan kode cheat Need For Speed Undergorund 2 adalah pada saat sebelum anda diminta memilih profil. Yaitu saat ada perintah untuk menekan enter.

Tepatnya adalah pada saat muncul tampilan seperti gambar disamping..

Langsung saja anda ketikkan kode-kode cheat dibawah ini. Jika benar maka kan terdengar bunyi beep yang menandakan kode cheat yang anda ketikkan telah aktif.

 

 

Hasil Kode Curang
$20,000 in career mode regmebaby
$1,000 in career mode, RX-8 and Skyline in quick race mode ordermebaby
$200 in career mode regmybank
Level 1 performance upgrades needperformance1
Level 1 visual upgrades gimmevisual1
Level 2 performance upgrades needperformance2
Level 2 visual upgrades gimmevisual2
Best Buy vinyl needmybestbuy
Burger King vinyl gottahavebk
Cingular vinyl gotmycingular
Edge vinyl gottaedge
Old Spice vinyl goforoldspice
The Doors sponsor opendoors
Snoop Dogg sponsor yodogg
Capone sponsor wannacapone
ShinestStreet sponsor shinestreetbright
Chingy sponsor gimmechingy
D3 sponsor wintmyd3
David Choe sponsor davidchoeart
Japantuning sponsor tunejapantuning
NOS (N2O) tak terbatas, Uang tak terbatas, Teleport [KLIK DISINI]
SAVEGAME TAMAT [KLIK DISINI]

 

RIBOSOM

 

 

 

Ribosom

 

Ribosom merupakan struktur terkecil yang bergaris tengah 17-20 mikron,letaknya di dalam sitoplasma sehingga hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop electron. Semua sel hidup memiliki ribosom ribosom berfungsi untuk sintesis protein,yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan,perkembang biakan atau perbaikan sel rusak.Pada sel sel aktif dalam sintesis protein,ribosom dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel.

 

Bahan penyusun ribosom adalah protein RNA ribosomal(RNAr). Ribosom tersebar bebas di sitoplasma berguna untuk mensintesis protein yang berfungsi dalam sitoplasma. Sedang ribosom ynag melekat pada permukaan RE berfungsi untuk sintesis protein yang hasilnya masuk ke Lumen RE.

Protein dari lumen RE akan diproses di badan golgi hasilnya berupa protein untuk fungsi structural misalnya protein integral atau protein peripheral yang ditempatkan pada membrane plasma. Hasil lainnya dapat berupa protein fungsional yang berfungsi sebagai enzim

 

Ribosom berupa organel kecil berdiameter antara 17-20 µm yang tersusun oleh RNA robosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua sel hidup.

Ribosom merupakan tempat sel membuat atau mensintesisi protein. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. Misal, sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas.

Ribosom ada yang terdapat bebas di sitoplasma atau melekat pada retikulum endoplasma, yang disebut RE kasar. Tiap ribosom terdiri dari 2 sub unit yang berbeda ukuran. Dua sub unit ini saling berhubungan dalam suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesum.

Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom).Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran, untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel.

Ribosom bebas maupun terikat secara struktural identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom begitu metabolismenya berubah.

 

 

echinodermata dan Arthropoda

ECHINODHERMATA

Semua anggota filum Echinodermata hidup di air laut, mempunyai kulit berduri dan simetri radial dan bergerak lamban dengan bantuan kaki tabung. perluasan dan penciutan dilakukan oleh gerakan air laut ke dalam dan ke luar dari sistem pembuluh air.

  1. Dalam ekosistem berkedudukan sebagai hewan pemakan bangkai.
  2. Semua jenisnya hidup di lautan.
  3. Dewasa = simetri tubuhnya radial, larva = simetri tubuhnya bilateral.
  4. Pergerakan dilakukan dengan sistem pembuluh air = kaki ambulakral (sistem ambulakral).
  5. Sistem ambulakral

Echinodermata (dalam bahasa yunani, echino = landak, derma = kulit) adalah kelompok hewan triopoblastik selomata yang memilki ciri khas adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit.

1. Ciri-ciri Echinodermata

Echinodermata merupakan hewan yang memiliki habitat di laut, serta tubuhnya memiliki simetri radial. Hewan ini sudah memiliki sistem pencernaan yang sempurna di mana mulut sebagai jalan masuknya makanan berada di bagian bawah dan anus sebagai jalan keluarnya sisa pencernaan berada di sebelah atas. Sistem gerak dengan menggunakan kaki ambulakral, selain itu kaki juga digunakan untuk menangkap mangsa. Secara umum Echinodermata memiliki 5 lengan, hewan ini memiliki kemampuan autotomi, yaitu kemampuan untuk membentuk kembali organ tubuhnya yang terputus. Seperti halnya dengan hewan akuatik yang lain, Echinodermata juga bernapas dengan insang. Sistem saraf berupa cincin saraf yang mengelilingi mulut, lalu bercabang 5 menuju masing-masing lengan yang dimiliki. Reproduksi  secara generatif, yaitu dengan peleburan antara sperma dan ovum sehingga akan dihasilkan zigot. Mekanisme gerak melalui sistem kaki ambulakral adalah sebagai berikut: air masuk melalui madreporit kemudian turun ke saluran cincin lalu masuk ke dalam saluran radial, setelah itu air masuk ke kaki-kaki tabung, air disemprotkan sehingga dalam kaki tabung muncul tekanan hidrolik dari air dan akhirnya kaki tabung menjulur ke luar, akibatnya ampula melekat pada benda lain sehingga bisa berpindah tempat.

Ciri tubuh
Ciri tubuh Echinodermata meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh

Ukuran dan bentuk tubuh
Bentuk tubuh Echinodermata ada yang seperti bintang, bulat, pipih, bulat memanjang, dan seperti tumbuhan.
Tubuh terdiri dari bagian oral (yang memiliki mulut) dan Aboral (yang tidak memiliki mulut).

Struktur dan fungsi tubuh
Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang.Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa.Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral.Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral.Kaki ambulakral memiliki alat isap.sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.Sistem ekskresi tidak ada.Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit.Sistem sirkulasi belum berkembang baik.Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom.Sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf.Echinodermata tidak memiliki otak.Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat hermafrodit dan dioseus.

Cara hidup dan habitat
Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas.Makanannya adalah kerang, plankton, dan organisme yang mati.Habitatnya di dasar air laut, di daerah pantai hingga laut dalam.

Reproduksi
Echinodermata bersifat dioseus bersaluran reproduksi sederhana.Fertilisasi berlangsung secara eksternal.Zigot berkembang menjadi larva yang simetris bilateral bersilia.Hewan ini juga dapat beregenerasi.

Klasifikasi
Echinodermata dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea.

Asteroidea
Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies.Asteroidea juga sering disebut bintang laut.Contoh spesies ini adalah Acanthaster sp., Linckia sp., dan Pentaceros sp.Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek.Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria.Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran.Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral.Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.
Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :
- Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian dorsal tubuh.
- Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat
- Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan
- Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.

Anggota Asteroidea memiliki kemampuan regenerasi yang sangat besar.Setiap bagian lengannya dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang rusak dapat diganti.Asteroidea merupakan hewan dioseus, organ kelamin berpasangan pada setiap lengan, dan fertilisasi terjadi di luar tubuh.

Ophiuroidea
Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix).Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel.Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul.Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria.Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya.
Hewan ini pun juga dapat beregenerasi.

Echinoidea

bulu-babi

Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan.Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata).Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang.Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles.Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme.Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma).Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung.Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat.Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran.Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.

Holothuroidea
Holothuroidea dikenal dengan nama timun laut atau teripang.Contoh hewan ini adalah Cucumaria sp., Holothuria sp., dan Bohadschia argus.Hewan ini tidak berlengan dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya.Daerah ambulakral dan inter-ambulakral tersusun berselang-seling di sepanjang tubuhnya.Alur ambulakral tertutup, madreporit terdapat di rongga tubuhnya.Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral.Sistem respirasinya disebut pohon respirasi, karena sistem tersebut terdiri dari dua saluran utama yang bercabang pada rongga tubuhnya.Keluar dan masuknya air melalui anus. Berperan sebagai pembersih di laut karena merupakan pemakan kotoran dan sisa makhluk hidup yang lain. Mulut terletak pada bagian anterior dan anus terletak pada bagian posterior.

Crinoidea
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan.Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai.Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu.Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis.Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih.Sedangkan yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam.Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas.Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh).Pada kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula.Sistem ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula.Crinoidea adalah pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan.

Peran Echinodermata bagi Manusia
Echinodermata dimanfaatkan oleh manusia sebagai berikut.
- Makanan.Misalnya telur landak laut yang banyak dikonsumsi di Jepang dan keripik timun laut yang banyak dijual di Sidoarjo. Jawa Timur.
- Bahan penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal.Para ilmuwan biologi sering mengggunakan gamet dan embrio landak laut.
Namun, bintang laut sering dianggap merugikan oleh pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena merupakan predator hewan-hewan budidaya tersebut.

ARTHROPODA 

Artropoda n adalah hewan invertebrata memiliki exoskeleton (kerangka eksternal), badan tersegmentasi, dan pelengkap bersendi. Arthropoda adalah anggota filum Arthropoda (dari árthron ἄρθρον Yunani, “bersama”, dan ποδός podós “kaki”, yang bersama-sama berarti “kaki jointed”), dan mencakup serangga, arakhnida, krustasea, dan lain-lain. Arthropoda adalah ditandai dengan tungkai bersendi dan kutikula, yang sebagian besar terbuat dari α-kitin, sedangkan kutikula krustasea juga biomineralized dengan karbonat kalsium. Kutikula kaku menghambat pertumbuhan, sehingga Arthropoda menggantinya secara berkala oleh molting. Rencana tubuh arthropoda terdiri dari segmen diulang, masing-masing dengan sepasang pelengkap. Hal ini sangat serbaguna bahwa mereka telah dibandingkan dengan pisau Swiss Army, dan itu telah memungkinkan mereka untuk menjadi anggota spesies yang paling kaya dari semua serikat ekologis di lingkungan yang paling. Mereka memiliki lebih dari satu juta spesies yang digambarkan, membuat lebih dari 80% dari semua spesies yang dijelaskan hewan yang hidup, dan adalah salah satu dari hanya dua kelompok hewan yang sangat sukses di lingkungan kering – yang lain menjadi amniotes. Mereka berbagai ukuran dari plankton mikroskopis hingga bentuk beberapa meter panjang.

rongga primer internal Arthropoda ‘adalah hemocoel, yang mengakomodasi organ internal mereka dan melalui darah mereka yang beredar, mereka memiliki sistem peredaran darah terbuka. Seperti eksterior mereka, organ-organ internal arthropoda umumnya dibangun segmen diulang. sistem saraf mereka adalah “tangga-seperti”, dengan pasangan tali saraf ventral berjalan melalui semua segmen dan membentuk ganglia dipasangkan di segmen masing-masing. Kepala mereka dibentuk oleh fusi dari berbagai jumlah segmen, dan otak mereka dibentuk oleh fusi ganglia ini segmen dan mengelilingi kerongkongan. Sistem pernapasan dan ekskretoris arthropoda bervariasi, tergantung sebanyak pada lingkungan mereka seperti pada subfilum mana mereka berada.

Visi mereka bergantung pada berbagai kombinasi mata majemuk dan ocelli pigmen-pit: di spesies yang paling ocelli hanya dapat mendeteksi arah dari mana cahaya datang, dan mata majemuk adalah sumber utama informasi, tetapi mata utama laba-laba adalah ocelli yang dapat membentuk gambar dan, dalam beberapa kasus, bisa putar untuk melacak mangsa. Arthropoda juga memiliki berbagai sensor kimia dan mekanik, sebagian besar didasarkan pada modifikasi dari banyak setae (bulu) yang proyek melalui kutikula mereka.

metode Arthropoda ‘reproduksi dan pengembangan beragam; segala jenis terestrial menggunakan pembuahan internal, tetapi hal ini sering melalui transfer sperma tidak langsung melalui suatu tambahan atau tanah, bukan oleh injeksi langsung. Perairan spesies menggunakan salah satu pembuahan internal atau eksternal. Hampir semua arthropoda bertelur, tetapi kalajengking melahirkan muda hidup setelah telur telah menetas di dalam ibu. tukik Arthropoda bervariasi dari orang dewasa miniatur untuk belatung dan ulat yang kurang disambung anggota badan dan akhirnya mengalami metamorfosis total untuk menghasilkan bentuk dewasa. Tingkat perawatan ibu untuk tukik bervariasi dari tidak ada untuk perawatan yang berkepanjangan yang disediakan oleh kalajengking.

Fleksibilitas dari rencana tubuh arthropoda modular telah membuatnya menjadi sulit bagi ahli zoologi dan ahli paleontologi untuk mengklasifikasikan mereka dan bekerja di luar keturunan evolusi mereka, yang tanggal kembali ke masa Kambrium. Dari akhir 1950-an untuk tahun 1970-an, ia berpikir bahwa arthropoda adalah polifiletik, yaitu, tidak ada nenek moyang arthropoda tunggal. Sekarang mereka umumnya dianggap sebagai monofiletik. Secara historis, kerabat terdekat arthropoda evolusi dianggap cacing annelida, karena kedua kelompok memiliki tubuh tersegmentasi. Hipotesa ini sekarang sebagian besar ditolak, dengan annelida dan moluska membentuk superfilum Lophotrochozoa. Banyak analisis mendukung penempatan arthropoda dengan cycloneuralians (atau clades utamanya) dalam superfilum Ecdysozoa. Namun secara keseluruhan, hubungan basal metazoa belum diselesaikan dengan baik. Demikian juga, hubungan antara berbagai kelompok arthropoda masih aktif diperdebatkan.

Arthropoda berkontribusi penyediaan makanan manusia baik secara langsung sebagai makanan, dan yang lebih penting sebagai penyerbuk tanaman. Beberapa spesies tertentu diketahui menyebar penyakit parah pada manusia, ternak, dan tanaman.

Arthropoda adalah invertebrata dengan tubuh tersegmentasi dan anggota badan disambung. [1] Bentuk anggota badan bagian dari exoskeleton, yang terutama terbuat dari α-kitin, suatu turunan dari glukosa. [2] Satu kelompok lain dari hewan, tetrapoda, telah tungkai jointed , tetapi tetrapoda adalah vertebrata dan karena itu memiliki endoskeletons. [3]
[sunting] Keanekaragaman

Salah satu perkiraan menunjukkan bahwa 1.170.000 spesies arthropoda telah dijelaskan, dan account untuk lebih dari 80% dari semua spesies hewan yang hidup [4] Studi lain memperkirakan bahwa ada sekitar 5 sampai 10 juta spesies arthropoda yang masih ada, baik dijelaskan dan masih harus dijelaskan.. [5] Memperkirakan jumlah total spesies hidup sangat sulit karena sering tergantung pada serangkaian asumsi dalam rangka meningkatkan dari jumlah di lokasi tertentu perkiraan untuk seluruh dunia. Sebuah penelitian pada tahun 1992 memperkirakan bahwa ada 500.000 spesies hewan dan tumbuhan di Kosta Rika saja, yang 365.000 itu arthropoda. [6]

Mereka adalah anggota penting dari laut, tanah air tawar, dan ekosistem udara, dan adalah salah satu dari hanya dua kelompok hewan utama yang telah beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan kering. yang lain adalah amniotes, yang hidup anggotanya adalah reptil, burung dan mamalia [7] Satu Artropoda sub-kelompok, serangga, adalah anggota yang paling spesies-kaya semua serikat ekologis (cara mencari nafkah) di tanah dan lingkungan air tawar [6] serangga paling ringan beratnya kurang dari 25 mikrogram (sepersejuta gram. ), [8] sedangkan terberat berat lebih dari 70 gram (2.5 oz). [9] Beberapa krustasea hidup jauh lebih besar, misalnya kaki dari kepiting laba-laba Jepang mungkin span sampai dengan 4 meter (13 kaki).

Arthropoda yang sudah punah dan yang masih ada

Klasifikasi ilmiah

Domain: Eukaryota
Kerajaan: Animalia
Upakerajaan: Eumetazoa
Superfilum: Ecdysozoa
Filum: Arthropoda

Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos = kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau bersegmen.Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya.Tubuh Arthropoda merupakan simeri bilateral dan tergolong tripoblastik selomata.

Ciri tubuh
Ciri tubuh Arthropoda meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.

Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil.Begitu pula dengan bentuk Arthropoda pun beragam.
Struktur tubuh
Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariasi.Pada tiap segmen tubuh tersebut terdapat sepasang kaki yang beruas.Segmen bergabung membentuk bagian tubuh, yaitu Kaput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut).
Ciri lain dari Arthropoda adalah adanya kutikula keras yang membentuk rangka luar (eksoskeleton).Eksoskeleton tersusun dari kitin yang di sekresikan oleh sel kulit.Eksoskeleton melekat pada kulit membentuk perlindungan tubuh yang kuat.
Eksoskeleton terdiri dari lempengan-lempengan yang dihubungkan oleh ligamen yang fleksibel dan lunak.Eksoskeleton tidak dapat membesar mengikuti pertumbuhan tubuh.Oleh karena itu, tahap pertumbuhan Arthropoda selalu diikuti dengan pengelupasan eksoskeleton lama dan pembentukan eksoskeleton baru.Tahap pelepasan eksoskeleton disebut dengan molting atau ekdisis.Hewan yang biasanya melakukan ekdisis misalnya kepiting, udang, dan laba-laba.
Sistem saraf Arthropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi ventral tubuhnya.
Pada berbagai tempat di segmen tubuh, ada pembesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia.Ganglia berfungsi sebagai pusat refleks dan pengendalian berbagai kegiatan.Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak.
Sistem pencernaan Arthropoda terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.Mulutnya dilangkapi dengan berbagai alat tambahan yang beragam, misalnya mandibula dan maksila pada belalang.
Arthropoda bernapas dengan insang, trakea, atau paru-paru buku.Sisa metabolisme berupa cairan dikeluarkan oleh organ ekskresi yang disebut saluran/tubula Malpighi, kelenjar ekskresi, atau keduanya.Sistem sirkulasi Arthropoda bersifat terbuka.Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol.Darah Arthropoda disebut juga hemolimfa.

Cara hidup dan habitat
Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah.
Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir, dan padang rumput.

Reproduksi
Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis.
Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan).Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua).Hasil fertilisasi berupa telur.

Klasifikasi
Arthropoda diklasifikasikan menjadi 20 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki.Berikut ini akan diuraikan empat kelas diantaranya yang paling umum, yaitu Kelas Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea, dan Insecta.

Arachnoidea

laba-laba

Arachnoidea (dalam bahasa yunani, arachno = laba-laba) disebut juga kelompok laba-laba, meskipun anggotanya bukan laba-laba saja.Kalajengking adalah salah satu contoh kelas Arachnoidea yang jumlahnya sekitar 32 spesies.Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm.Arachnoidea merupakan hewan terestrial (darat) yang hidup secara bebas maupun parasit.Arachnoidea yang hidup bebas bersifat karnivora.Arachnoidea dibedakan menjadi tiga ordo, yaitu Scorpionida, Arachnida, dan Acarina.Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen abdomen terakhir, contoh hewan ini adalah kalajengking (Uroctonus mordax) dan ketunggeng ( Buthus after).Pada Arachnida, abdomen tidak bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat), contoh hewan ini adalah Laba-laba serigala (Pardosa amenata), laba-laba kemlandingan (Nephila maculata).Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil, contohnya adalah caplak atau tungau (Acarina sp.).
Berikut adalah ciri-ciri dari salah satu hewan Arachnoidea yang sering kita jumpai, yaitu laba-laba.Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian posterior.Sefalotoraks adalah penyatuan tubuh bagian sefal atau kaput (kepala) dan bagian toraks (dada).Pada sefalotoraks terdapat sepasang kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit), dan enam pasang kaki untuk berjalan.Kalisera dan pedipalpus merupakan alat tambahan pada mulut.
Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri dari mesosoma dan metasoma.Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret yang merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas.Didalam spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar benang abdomen.Kelenjar benang halus mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik.Protein elastik tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang digunakan untuk menjebak mangsa.
Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku atau trakea.Paru-paru buku adalah organ respirasi berlapis banyak seperti buku dan terletak pada bagian abdomen.Ekskresi laba-laba dilakukan dengan tubula ( tunggal = tubulus ) Malpighi.Tubula Malpighi merupakan tabung kecil panjang dan buntu dan organ ini terletak di dalam hemosol yang bermuara ke dalam usus.Selain Tubula Malpighi, ekskresi lainnya dilakukan dengan kelenjar koksal.Kelenjar koksal merupakan kelenjar ekskretori buntu yang bermuara pada daerah koksa (segmen pada kaki insecta).

Myriapoda
Myriapoda (dalam bahasa yunani, myria = banyak, podos = kaki) merupakan hewan berkaki banyak.Hewan kaki seribu adalah salah satunya yang terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita.Myriapoda hidup di darat pada tempat lembap, misalnya di bawah daun, batu, atau tumpukan kayu.Bagian tubuh Myriapoda sulit dibedakan antara toraks dan abdomen.Tubuhnya memanjang seperti cacing.
Pada kaput terdapat antena, mulut, dan satu pasang mandibula (rahang bawah), dua pasang maksila (rahang atas), dan mata yang berbentuk oseli (mata tunggal).Tubunya bersegmen dengan satu hingga dua pasang anggota badan pada tiap segmennya.Setiap segmen terdapat lubang respirasi yang disebut spirakel yang menuju ke trakea.Ekskresinya dengan tubula malpighi.Myriapoda bersifat dioseus dan melakukan repsroduksi seksual secara internal.Myriapoda dibedakan menjadi dua ordo, yaitu Chilopoda dan Diplopoda.

Chilopoda

kelabang

Kelompok hewan ini dikenal sebagai kelabang.Tubuhnya memanjang dan agak pipih.Pada kepalanya terdapat antena dan mulut dengan sepasang mandibula dan dua pasang maksila.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat kaki dan sepasang spirakel.Pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi alt beracun.Alat penyengat digunakan unutk menyengat musuh atau pengganggunya.Sengatannya menimbulkan bengkak dan rasa sakit.Contoh hewan ini adalah kelabang (scutigera sp.).

Diplopoda
Hewan pada ordo ini dikenal dengan kaki seribu, meskipun jumlah kakinya bukan berjumlah seribu.Ada yang menyebutkan nama lain seperti keluwing.Tubuhnya bulat panjang.Mulutnya terdiri dari dua pasang maksila dan bibir bawah.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki dan dua pasang spirakel.Diplopoda tidak memiliki cakar beracun karenanya hewan ini bersifat hebivora atau pemakan sisa organisme.Gerakkan hewan ini lambat dengan kaki yang bergerak seperti gelombang.Bila terganggu hewan ini akan menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati.Contoh hewan ini adalah kaki seribu(lulus sp.).

Crustacea
Crustacea (dalam bahasa latinnya, crusta = kulit) memiliki kulit yang keras.Udang, lobster, dan kepiting adalah contoh kelompok ini.
Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik, meskipun ada yang hidup di darat.Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas berdasarkan ukuran tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.

Entomostraca
Entomostraca adalah crustacea yang berukuran mikroskopik, hidup sebagai zooplankton atau bentos di perairan, dan juga ada yang sebagai parasit.Contoh hewan ini adalah Daphnia, Cypris virens, dan Cyclops sp.

Malacostraca

lobster

Malacostraca adalah crustacea yang berukuran lebih besar dari pada entomostraca.Hewan yang termasuk kelompok ini adalah Udang, lobster, dan kepiting.Berikut akan dibahas sedikit mengenai urain hewan kelompok satu ini.
Udang memiliki ekssoskeleton yang keras untuk melindungi tubuhnya.Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu kaput dan toraks yang menyatu membentuk sefalotoraks, serta abdomen.Dibagian sefalotoraks dilindungi oleh eksoskeleton yang keras berupa karapaks.Karapaks memiliki duri di ujung anterior yang disebut rostrum.Di dekat rostrum terdapar mata faset ( majemuk) yang bertangkai.Pada kaput sefalotoraks merupakan penyatuan lima segmen.Dibagian kaput terdapat sepasang antenula, sepasang antena, dan tiga pasang bagian mulut.Antenula berfungsi sebagai alat peraba, sedangkan antena sebagai alat keseimbangan tubuh.Tiga pasang mulut terdiri dari sepasang mandibula dan dua pasang maksila.Pada bagian toraks terdiri dari delapan segmen, terdapat tiga pasang maksiliped, sepasang seliped, dan empat pasang kaki jalan(periopod).
Maksiliped tersebut berfungsi sebgai penyaring makanan.Seliped berfungsi untuk mencari makanan dan melindungi diri dari musuh.Pada bagian abdomen terdapat lima pasang kaki renang (pleopod).Pada ujung posterior terdapat telson dan sepasang alat kemudi untuk berenang (urupod).Pada udang jantan, pasangan pleopod 1 dan 2 bersatu menjadi gonopod.Gonopod berfungsi sebagai penyalur sperma saat kopulasi.Sedangkan pada wanita berfungsi untuk melekatkan telur dan membawa anaknya.Saluran pencernaan udang terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.Mulut dan esofagus terletak di bagian bawah sefalotoraks.Lambung ( terletak di sefalotoraks ) dan usus ( terletak di abdomen ) berada disepanjang bagian dorsal tubuh.Hati yang merupakan kelanjar pencernaan terletak di bagian toraks dan abdomen.makanan udang berupa berudu, larva, serangga, dan ikan-ikan kecil.Sisa metabolisme dikeluarkan melalui alat kelenjar hijau yang terletak di kepalanya.Pernapasan dilakukan dengan insang yang terdapat di bagian ventral tubuhnya dekat kaki.Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan sinus yang rongganya berdinding tipis.Organ kelamin bersifat dioseus.

Insecta

kupukupu

Insecta (dalam bahasa latin, insecti = serangga).Banyak anggota hewan ini sering kita jumpai disekitar kita, misalnya kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, semut, capung, jangkrik, belalang,dan lebah.Ciri khususnya adalah kakinya yang berjumlah enam buah.
Karena itu pula sering juga disebut hexapoda.
Insecta dapat hidup di bergagai habitat, yaitu air tawar, laut dan darat.Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang.Insecta ada yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit.
Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu kaput, toraks, dan abdomen.Kaput memiliki organ yang berkembang baik, yaitu adanya sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal (oseli).Insecta memiliki organ perasa disebut palpus.
Insecta yang memiliki syap pada segmen kedua dan ketiga.Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh.Pada abdomennya
terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea.Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta.Pada abdomen juga terdapat tubula malpighi, yaitu alt ekskresi yang melekat pada posterior saluran pencernaan.Sistem sirkulasinya terbuka.Organ kelaminnya dioseus.

*Perkembangan Insecta dibedakan menjadi tiga :

Pertama Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan ukuran saja tanpa perubahan wujud.Contohnya kutu buku (lepisma saccharina)
Kedua Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap.Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan tersebut.
Insecta muda disebut nimfa.Ringkasan skemanya adalah telur – nimfa (larva) – dewasa (imago).Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit (leptocorisa acuta).
Ketiga Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna).
Tahapnya adalah sebagai berikut ; telur – larva – pupa – dewasa.Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali.
Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras disekuur tubuhnya untuk membentuk pupa..Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur Insecta dewasa.Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa.Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.

*Berdasarkan sayap,Insecta dibedakan menjadi dua sub-kelas :

Pertama Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan memiliki antena panjang.Umumnya berkembang secara ametabola.Contoh hewan kelas ini adalah kutu buku.
Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota.Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.
Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap, mulut, dan metamorfosisnya :
- Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit.Misalnya kecoa, jangkrik, dan gansir
- Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang.Contohnya walang sangit (leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus)
- Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang.Contohnya wereng coklat (Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus)
- Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala.Contohnya capung (pantala).

Endopterigota dibedakan menjadi :
- Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal.Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica)
- Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap depan lebih besar daripada sayap belakang.
Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut hitam (Monomorium sp.), lebah madu (Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes)
- Diptera hanya memiliki sepasang sayap.Misalnya nyamuk (culex sp.), nyamuk malaria (Anopheles sp), nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti), lalat rumah (Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse (Glossina palpalis)
- Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap.Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos)

Peran Arthropoda bagi manusia

kepiting

Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian bagi manusia.Peran arthropoda yang menguntungkan manusia misalnya dibidang pangan dan sandang yaitu sebagai berikut :
-Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor)
-Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica)
-Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori)

Sementara yang merugikan manusia anatara lain :
-Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur, dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.
-Menimbulkan gangguan pada manusia.Misalnya caplak penyebab kudis, kutu kepala, dan kutu busuk
-Hama tanaman pangan dan industri.Contohnya wereng coklat dan kumbang tanduk
-Perusak makanan.Contohnya kutu gabah

-Perusak produk berbahanbakualam.Contohnya rayap dan kutu buku


rangka manusia

hidrosfer

hidrosfer

jaringan tumbuhan

 

 

Jaringan tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen

Jaringan meristem memiliki ciri ciri yaitu selnya berukuran kecil, berdinding tipis, dan memiliki vakuola kecil yang kaya akan protoplasma jaringan meristem dibagi lagi menjadi promeristem, meristem primer, dan meristem sekunder.

-promeristem merupakan meristem yang telah ada sejak tumbuhan dalam tahap lembaga

-meristem primer yaitu meristem yang letak nya di ujung akar atau di ujung batang menyebabkan pemanjangan pada akar dan batang

-Meristem sekunder merupakan hasil dari meristem primer. Contoh meristem sekunder adalah cambium. Kambium terletak diantara xylem dan floem. Kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder yaitu membesarnya batang pada tumbuhan dikotil. Kambium tumbuh kea rah dalam lebih aktif daripada kea rah luar sehingga menyebabkan kulit kayu lebih tebal dari pada kulit batang.

Menurut letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi:

  1. Meristem apical : Merupakan meristem yang letaknya di ujung akar dan ujung batang,  menyebabkan pemanjangan pada akar dan batang. Pemanjangan pada meristem apical akan dihasilkan tunas apical yang akan berkembang menjadi cabang samping, daun, dan bunga pertumbuhan yang diawali oleh meristem apical disebut pertumbuhan primer, sedangkan jaringan yang menyusun meristem apical disebut jaringan primer
  2. Meristem interkalar: Merupakan meristem yang terletak di jaringan meristem dewasa. Meristem interkalar sebenarnya bagian utama dari meristem apical namun tertinggal pada saat meristem apical tumbuh, Meristem interkalar dapat tetap aktif tetapi dalm waktu yang lama setelah sel yang diatas telah dewasa sepenuhnya. Meristem interkalar menyebabkan pertumbuhan bunga. Jaringan yang membentuk meristem interkalar sama dengan jaringan yang membuat meristem apical  sehingga disebut jaringan primer.
  3. Meristem lateral : atau meristem samping yaitu meristem yang menyebabkan pertumbuhan sekunder . Meristem ini juga disebut sebagai cambium. Kambium ada dua cambium vaskuler yang berfungsi dalam penebalan saat pertumbuhan sekunder. Dan cambium gabus yang menghasilkan lapisan periderm merupakan lapisan pengganti epidermis yang rusak akibat penebalan pada akar dan batang dari hasil proses cambium vaskuler.

Jaringan permanen merupakan jaringan yang bersifat non meristematik atau tidak dapat tumbuh jaringan ini dibedakan menjadi:

-jaringan epidermis : merupakan jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan. Fungsinya yaitu untuk melindungi organ yang didalam. Fungsi khususnya yaitu untuk menghindari hilangnya air pada saat penguapan.

Ciri cirinya yaitu

1 Sel nya berbentuk persegi panjang

2 Tidak terdapat ruang antar sel

3 Tidak memiliki klorofil

4 Terdiri dari sel hidup

Epidermis mengalami modifikasi menjadi:

Stomata: Yaitu suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh sel penjaga fungsinya yaitu respirasi, transpirasi dan juga fotosintesis

Trikomata: Merupakan rambut dari tumbuhan, trikomata hampir ada pada setiap organ tumbuhan. Trikomata dibedakan menjadi dua yaitu non glandure dan glandurer. Non glandurer yaitu rambut pelindung yang tidak mengeluarkan zat sekretori sedangkan glandurer yaitu rambut pelindung yang mengeluarkan zat sekretori.

Fungsi Trikomata yaitu

-       Untuk membantu perkecambahan

-       Melindungi dari gangguan manusia atau hewan

-       Membantu penyerbukan

Spina: atau kulit duri merupakan modifikasi dari epidermis bagian batang spina ada yang asli dan ada yang palsu. Spina asli yaitu spina yang dibentuk oleh bagian korteks contohnya yaitu bunga mawar. Sedangkan spina palsu yaitu spina yang dibentuk oleh bagian stele contohnya yaitu bunga kertas (bougenville)

Velamen: merupakan sel mati dibagian epidermis pada akar gantung tumbuhan anggrek. Fungsinya yaitu untuk penyimpan air.

Sel kipas : terdapat pada tumbuhan suku graminae funsinya untuk menyimpan air. Pada saat penguapan sel kipas akan mengempis dan menyebabkan daun menggulung untuk mengurangi penguapan.

Sel kersik: merupakan sel yang terdiri dari Kristal kersik Sio2 menyebabkan permukaan batang tebu menjadi kasar.

Jaringan parenkim

yaitu jaringan dasar yang menyusun organ tumbuhan. Parenkim dibedakan menjadi 5

-Parenkim asimilasi merupakan parenkim tempat pembuatan makanan melalui proses fotosintesis

-Parenkim penimbun merupakan parenkim yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan Parenkim ini memiliki vakuola yang besar. Misalnya yaitu umbi, rimpang dan lain lain

-Parenkim air yaitu parenkim yang berfungsi untuk menyimpan air. Pada tumbuhan xerofit memiliki sel yang berukuran besar berdinding tipis dan memiliki vakuola besar ditengah untuk menyimpan air

-Parenkim pengangkut berfungsi untuk mengangkut air dan unsure hara dari akar ke daun dan juga mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan

-Parenkim penyimpan udara yaitu parenkim yang fungsinya untuk menyimpan udara, pada parenkim ini terdapat ruang antar sel.

-Parenkim penutup luka yaitu parenkim yang dapat melakukan regenerasi dengan membentuk embrional(meristematis) kembali dengan cara membelah dirinya dan kemudian membentuk jaringan yang baru.

Jaringan penyokong

fungsinya untuk menunjan organ tumbuhan agar tetap kokoh.

Dibagi menjadi 2 yaitu kolenkim dan sklerenkim

Kolenkim merupak organ pada tumbuhan yang memiliki banyak persamaan seperti jaringan parenkim. Kolenkim disebut juga parenkim structural yang menunjan organ tumbuhan muda. Sel sel kolenkim memanjang pada poros panjang organ dimana ia berada hal ini ditandai dengan adanya sel primer yang berdinding tebal dan tidak berlignin. Penebalan pada kolenkim tidak menyeluruh ke seluruh bagian epidermis namun hanya pada sudut sudutnya saja. Kolenkim memiliki sifat kelenturan sehingga cocok dalam menopang organ aktif yang tumbuh.

Sklerenkim meruakan organ yang menunjang tumbuhan dewasa. Dinding selnya tebal dan berlignin, protoplasmanya mati karea sudah dewasa. Sklerenkim dibagi menjadi dua yaitu serabut sklerenkim dan juga sklereid

v  Serabut sklerenkim merupakan sel yang panjang dan sempit yang ujungnya lancip. Menurut letaknya sklerenkim dibedakan menjadi dua yaitu serabut xiler terdapat pada xylem yang merupakan komponen utama penyusun kayu dan juga serabut extraxiler sebagai bahan pembuat tali tambang atau karung goni dll.

v  Sklereid merupakan sel mati pada tumbuhan yang memiliki dinding yang tebal dan tahan terhadap tekanan . contohnya yaitu butiran pada jambu biji dan buah pir.

Jaringan pengangkut

Dibedakan menjadi 2 yaitu xylem dan floem

Xylem

dibentuk oleh parenkim xylem, serabut xiler, trakeid dan komponen pembuluh

v  Trakeid: merupakan sel tumbuhan yang dindingnya mengalami liginifikasi. Penyusun utama komponen berkas vaskuler xylem. Bentuknya panjang dan sempit dan juga terdapt lubang atau pit. Fungsinya ada dua yaitu sebagai penopang dan pengangkut air. Trakeid menyebar melalui 2 lintasan , Pertama yaitu lintasan yang mempertinggi efesiensi mekaniknya dan menghasilkan serabut xiler kemudian lintasan yang mengangkut air lebih efesien yang menghasilkan komponen pembuluh.

v  Komponen pembuluh: merupakan sel silinder yang telah mati karena telah dewasa dan ujungnya saling menyatu membentuk tabung pengangkut air. Komponen pembuluh ukurannya lebih kecil dan lebih lebar daripada trakeid, namun komponen pembuluh juga mengalami lignifikasi. Bentuk komponen pembuluh ada dua yaitu papan perforasi sederhana dan juga papan perforasi skalariform.

Floem

Dibentuk oleh parenkim xylem , komponen pembuluh tapis dan sel pengiring

v  Komponen pembuluh tapis yaitu sel yang memanjang yang ujungnya menyatu membentuk pembuluh. Sel pada komponen pembuluh tapis akan aktif selama sel tersebut hidup

v  Sel pengiring merupakan sel yang member makan sel yang menyusun komponen pembuluh tapis

Jaringan gabus merupakan jaringan yang dibentuk oleh sel sel gabus, pada saat dewasa protoplasmanya hilang dan diisi oleh udara pada tumbuhan dikotil jaringan gabus dibentuk oleh cambium gabus. Jaringan gabus yang dibentuk kea rah dalam merupakan sel-sel hidup yang disebut feloderm , sedangkan jaringan gabus yang dibentuk kea rah luar merupakan sel-sel mati yang disebut felem.

virus

VIRUS

umumnya virus dapat dibagi menjadi bentuk helical dan ikosohedral.Virus yang berbentuk ulir misalnya tobacco Mozaik virus. Bentuk umum virus yaitu ikosohedral dimana terdapat struktur yang tersusun atas 20 bentuk segitiga.

Virus terdiri dari kapsid dan asam nukleat. Selubung atau kapsid tersusun atas protein,sedangkan protein yang menyusun virus disebut kapsomer. Asam nukleat yang menyusun virus umumnya hanya satu untaian namun pada virus influenza terdapat 6-8 untaian.Setiap untaian mengandung 3500-600000 nukleotida.

Virus memiliki asam nukleat yang bervariasi ada yang memiliki DNA tunggal berpilin Maupun RNA. Pada RNA ada yang berupa rantai tunggal dan ada yang berantai ganda.

Virus tidak dapat hidup bebas melainkan harus berada di dalam sel mahkluk hidup yang lain. Mahluk hidup yang diserang virus misalnya Manusia, hewan, tumbuhan.

 

REPRODUKSI VIRUS

Ada dua daur reproduksi virus yaitu daur litik dan daur lisiogenik

Daur litik

1)      Adsorbsi: pada saat ini ekor virus melekat pada permukaan dinding sel. Virus mengeluarkan enzim lizozim guna membentuk lubang pada dinding sel bakteri atau inang.

2)      Fase Injeksi: Dimana kapsid virus memompa asam nukleat ke dalam sel inangnya apabila sudah habis kapsid kosong dan tidak berfungsi lagi

3)      Fase Sintesis : karena virus tidak bisa melakukan biosintesis sendiri maka virus menghancurkan Dna dari bakteri kemudian DNA dari virus mereplikasi dirinya berkali kali. Selanjutnya DNA virus melakukan sintesis protein Virus Yang akan dijadikan kapsid.

4)      Fase perakitan:Kapsid dari virus yang sebelumnya terpisah antara kepala.ekor dan serabut ekor kemudian dirakit kembali menjadi virus yang seutuhnya

5)      Fase litik: Dimana pada saat ini virus mengeluarkan enzim lizozim untuk melobangi dinding sel. Dinding sel bakteri hancur dan sel bakteri mengalami lisis atau pecah

Daur  Lisiogenik

Pada fase ini sama dengan yang diatas melainkan ditambahkan fase penggabungan dan fase pembelahan Pada No 3 Dan no 4.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.